Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan strain H5N8 dari influenza unggas. Pada hari Senin, WHO menerima laporan dari Rusia tentang 7 kasus influenza unggas H5N8 (H5N8) pada sampel klinis manusia. Kasus-kasus tersebut berusia antara 29 dan 60 tahun. Lima dari kasus tersebut adalah perempuan, semuanya tanpa gejala, dan kontak dekat tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas. Virus influenza unggas H5N8 juga telah terdeteksi pada unggas dan burung liar di Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Jerman, Hongaria, Irak, Jepang, Kazakhstan, Belanda, Polandia, Rumania, Inggris Raya, dan Rusia pada tahun 2020.
Apa saja tindakan pencegahan yang direkomendasikan di tingkat pertanian?
Penting bagi peternak unggas untuk menjaga praktik biosekuritas guna mencegah masuknya virus. Beberapa langkah tersebut meliputi:
•Mencegah kontak antara unggas dan burung liar
• Minimalkan pergerakan di sekitar kandang unggas
•Menjaga kontrol ketat terhadap akses kendaraan, orang, dan peralatan ke kawanan ternak.
•Membersihkan dan mendisinfeksi kandang hewan dan peralatan
•Hindari memasukkan burung yang status penyakitnya tidak diketahui.
•Laporkan setiap kasus yang mencurigakan (hidup atau mati) kepada pihak berwenang bidang kedokteran hewan.
•Pastikan pembuangan kotoran, sampah, dan bangkai hewan dilakukan dengan benar.
• Vaksinasi hewan, jika diperlukan
Itupaling efektifMetode pengolahan unggas yang terinfeksi dan hewan mati adalah melalui pabrik pengolahan limbah unggas. Pabrik pengolahan limbah unggas Sensitar dapat membantu pengobatan unggas yang terinfeksi dan mencegah penyebaran Flu Burung. Pabrik ini ramah lingkungan, efisien, dan steril.
Lini produksi standar pabrik pengolahan limbah unggas terdiri dari tempat penyimpanan bahan baku, penghancur, pemasak batch, pengepres minyak, kondensor, sistem pengolahan udara, penggiling palu, mesin pengemas, dan konveyor. Semua mesin dapat dilengkapi sesuai kebutuhan pelanggan, baik lini produksi lengkap maupun yang sederhana, tergantung pilihan pelanggan.
Waktu posting: 11 Maret 2021


